Ragam Motif Pop Art| serba-serbi
article

Ragam Motif Pop Art| serba-serbi

Desain di dunia baik itu interior, grafis maupun fashion mengalami perkembangan dari masa ke masa. Dalam perkembangan desain interior itu sendiri, bermuncullah gaya yang cukup berpengaruh antara lain klasik, modernism, de stijl, constructivism, bauhaus, international style, dan pop art. Anda pasti sering mendengar istilah Pop Art di buku, majalah, komik dan film. Namun apakah Pop Art itu? 

Pada tahun 1960-an, seni hanyalah sebuah hal yang bisa dinikmati kalangan kelas atas. Dengan adanya gerakan Pop Art, seni dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari golongan bawah hingga golongan atas [1]. Pada dasarnya, pop art berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah budaya yang lebih berkaitan dengan hiburan, komersial, dan sifatnya non formal [2].

Pop art  yang merupakan bagian fenomena internasional di berbagai kota terkait dengan karya seniman New York awal 1960-an. Andy Warhol merupakan seniman pop yang paling terkenal. Ia menggunakan budaya populer dan dunia periklanan sebagai sumber tema karyanya.  Seniman lain yang berpengaruh di antaranya Roy Lichtenstein, James Rosenquist, dan Claes Oldenburg. 

 

Latar belakang mereka di dunia seni komersial melatih mereka  untuk menggabungkan seni tinggi dan budaya populer. Menyusul popularitas Abstrak Ekspresionis, reintroduksi pop yang diambil dari media massa dan budaya populer adalah perubahan besar untuk arah modernisme. Dengan cara ini, seniman berusaha untuk meningkatkan budaya populer dengan seni rupa. Pop art kini telah menjadi salah satu gaya yang paling dikenal dari seni modern [3]. Gambar berikut adalah salah satu poster yang terpajang di area Gedung Asia Afrika Bandung pada saat perayaan 60 tahun Konferensi Asia Afrika April bulan 2015 lalu. Gambar-gambar wajah para tokoh Konferensi Asia Afrika ini dibuat dengan gaya pop art.

 

 

Ditandai dengan warna-warna yang berani, sederhana, gambaran sehari-hari, dan  bersemangat,  hal ini menarik untuk melihat dan memiliki rasa modern "hip". Skema warna cerah juga memungkinkan bentuk seni avant-garde untuk menekankan unsur-unsur tertentu dalam budaya kontemporer, dan membantu untuk mempersempit kesenjangan antara seni komersial dan seni rupa [4]. Dengan demikian, salah satu karakteristik pop art adalah banyak menggunakan warna-warna primer dan warna komplementer yang mencolok, serta bermacam-macam warna yang sangat kontras.

Apakah Anda penggemar dari gerakan pop art? Pop art atau pop culture ini sangat inspiratif untuk para desainer interior. Hanya dengan satu elemen interior  misalnya furnitur yang terinspirasi oleh pop art dapat membuat rumah Anda terlihat sangat chic. Warna yang berbeda sering digunakan bersama-sama dalam furnitur maupun elemen dekorasi lainnya (seperti bantal) dengan beberapa print dan motif. Gaya furnitur 60-an akan tampak menonjol dalam desain interior gaya pop art. Gunakan kursi retro-futuristik, sofa minimalis, dan kursi telur dengan warna-warna yang hidup dan cerah. Dengan penempatan furniture bergaya modern pop art yang berwarna cerah seperti gambar di samping ini, terciptalah pojok ruang dengan gaya pop art.

Palma

Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah.  Pop Art menargetkan kepada penonton yang luas dan pop art merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari (kemasan) desainer grafik kemasan, tanda, billboard dan iklan [2]. Gambar komik atau poster jadul sangat sering digunakan sebagai elemen dekorasi dalam desain interior.

mida

 

Gaya pop art ini berkembang sekitar periode tahun 50-an, 60-an atau 70-an. Dalam periode itu desain memiliki pendekatan menyenangkan, struktur lucu, bentuk dan permainan warna dan motif yang ditemukan di setiap bagian. Motif dengan bentuk geometris, garis, kotak-kotak atau ilustrasi gaya Pop Art. Dengan demikian gaya ini sering juga disebut gaya Pop Art. Pop Art yang sedang trend adalah segala sesuatu yang kental dengan benua Eropa, seperti Miniatur Menara Eifel,Telephone Box berwarna merah khas negeri Inggris, dan  lukisan wanita ala 60-an. Wallpaper dinding motif Menara Eiffel ini sangat manis dipadukan dengan furniture bergaya modern pop art. Ditambah dengan bantal-bantal berwarna-warni yang cerah, menambah kentalnya gaya pop art pada desain interior ini. 

 

Walau pergerakan seni ini sudah dimulai tahun 1950-an, namun beberapa karya Pop art ini masih digemari sebagian kalangan. Pop art ini dihadirkan juga sebagai motif wallpaper dinding. Di bawah ini terdapat beberapa motif wallpaper dinding bergaya Pop Art. (klik pada gambar untuk informasi lebih lanjut)

  

  

Untuk sementara, belum ada katalog wallpaper dinding yang mengkhususkan koleksinya pada desain bergaya pop art. Motif pop art ini tersebar di berbagai katalog wallpaper dinding. Terdapat beberapa pilihan warna dengan motif sama. Anda dapat memilih nuansa warna yang sesuai dengan selera maupun tema ruangan secara keseluruhan.

Bohemian

Sebagai contoh wallpaper Bohemian yang memiliki motif unik gambr bangunan Eropa. Mengenai harga, koleksi wallpaper Bohemian produksi Korea ini dibandrol Rp 800.000,-/ roll untuk 15 (lima belas) meter persegi bidang dinding.

  

Mida

Contoh lainnya wallpaper Mida yang memiliki  motif unik kental dengan gaya pop art yaitu motif berupa poster-poster jadul. Mengenai harga, koleksi wallpaper Mida produksi Korea ini dibandrol Rp 750.000,-/ roll untuk 15 (lima belas) meter persegi bidang dinding.

  

Casablanca  

Adapun koleksi Cassablanca memiliki motif Menara Eiffel dengan beragam nuansa warna.  Koleksi wallpaper Cassablanca produksi China ini dibandrol Rp 258.000,-/ roll untuk 5 (lima) meter persegi bidang dinding.

  

 

Demikian ulasan mengenai motif pop art wallpaper dinding. Berminat? Kami menyediakan berbagai pilihan motif, warna dan tekstur wallpaper dinding pop art yang dapat Anda pilih sesuai selera. Wujudkan interior ruangan bergaya pop art dengan sentuhan akhir wallpaper dinding yang menambah kesan unik dan ceria! Simak artikel selanjutnya mengenai motif wallpaper gaya psychedelic dan gaya retro yang mulai berkembang akhir tahun 1960an. 

 

referensi:

[1] http://www.pop-art.co.id/.

[2] https://abrarozora.wordpress.com/2014/03/09/aliran-seni-pop-art/

[3] http://www.theartstory.org/movement-pop-art.htm 

[4] http://www.visual-arts-cork.com/history-of-art/pop-art.htm#definition 

Wirania Swasty, S.Ds., MBA

Author

Wirania Swasty, S.Ds., MBA
Staff Pengajar Jurusan Desain - Telkom University