Percantik Rumah Mungil Sehat dengan Wallpaper Dinding | Desain
article

Percantik Rumah Mungil Sehat dengan Wallpaper Dinding | Desain

Beberapa tahun belakangan ini banyak pengembang perumahan bermunculan dengan menawarkan rumah mungil yang sehat. Keterbatasan lahan yang disebabkan  semakin tingginya harga tanah, dan juga gaya hidup modern menuntut tersedianya rumah mungil. Bagi pasangan muda yang sama-sama beraktivitas di luar rumah sepanjang siang hari, tentunya tak membutuhkan rumah yang lapang dengan halaman luas. Rumah mungil bahkan sebuah unit apartemen pun cukup. Namun, apakah rumah mungil ini berarti rumah yang penuh sesak dengan barang, dan berimpitan dengan tetangga, serta menjadikan lingkungan sekitar kurang sehat?

Tidak selalu! Anda dapat mewujudkan rumah mungil namun tetap sehat bagi keluarga tercinta. Banyak cara dapat dilakukan demi mewujudkan rumah mungil yang sehat. Pada artikel ini, akan membahas rumah mungil yang sehat yang tercipta melalui wallpaper dinding. Apa saja kah itu?  Mari kita bahas satu per satu.

 

Menggubah Suasana Ruang

Rumah mungil lama yang tampak suram dapat tampil dengan wajah baru dengan sentuhan warna-warna baru. Cara yang paling cepat dan efektif dalam menggubah suasana ruang adalah mengubah motif dan warna dinding interiornya. Tak perlu mahal-mahal mengganti keramik lantai atau membeli sofa baru. Ternyata beda motif dan warna wallpaper dinding mampu memberi suasana baru yang beda pada ruangan.

Tentukan satu tema warna yang akan mendominasi interior rumah. Pilih komposisi warna yang mendukung gaya bangunan. Rumah bergaya etnik sebaiknya menggunakan komposisi warna tanah. Sementara warna netral dipilih untuk rumah bergaya minimalis.  Dan untuk rumah mungil, sebaiknya pilih nuansa warna muda. Hindari pemakaian warna gelap.

   

Mempercantik Tampilan Interior Rumah

Apa yang membuat bunga tampak cantik? Tidak lain karena warna-warni kelopaknya. Demikian ruang yang memiliki warna berkarakter, tak sekedar diwarnai, tapi ada konsep yang melatarinya. Dalam hal ini, wallpaper dinding juga dapat ditujukan untuk mempercantik tampilan interior rumah mungil Anda.

Jangan ragu memakai motif, warna dan tekstur wallpaper dinding yang ”unik”. Wallpaper dinding yang unik pada satu bidang dinding atau pojok ruang dapat membuat ruangan tampil cantik dan tidak membosankan. Dijamin, tampilan ruang menjadi lebih cantik tanpa banyak dekorasi dan aksesorisn lain penghias ruang! Gunakan warna-warna terang dan motif-motif besar seperlunya. Penggunaan warna terang dan motif yang besar secara berlebihan justru akan mengurangi kecantikan interior ruangan tersebut.

      

Memanipulasi Ruang

Berbagai cara dapat dilakukan untuk memanipulasi rumah mungil tanpa banyak upaya merombak total. Salah satunya adalah dengan warna wallpaper dinding. Salah satu peranan warna yang utama adalah memperluas ruangan sempit. Bagi Anda yang memiliki masalah dengan keterbatasan lahan, tidak perlu berkecil hati. Dengan trik permainan warna dan motif wallpaper dinding, ruangan yang sempit pun dapat diolah terkesan lebar.

Gunakan warna-warna yang muda seperti putih, abu-abu muda, cream, biru muda dan lain-lain yang mampu memanipulasi ruang sempit hingga terkesan luas. Terapkan warna muda tersebut pada keseluruhan bidang dinding. Pilih elemen interior lainnya seperti plafond, keramik lantai dan furniture berwarna terang.

Sebagai Aksen dalam Ruangan

Menggunakan satu motif dan warna pada keseluruhan bidang dinding dalam satu ruangan, sah-sah saja. Namun jangan ragu gunakan sedikit sentuhan motif dan wallpaper dinding warna lain pada salah satu bidang dinding. Pojok interior tersebut sudah pasti menarik perhatian bagi yang memandangnya!

Pada umumnya, wallpaper dinding dengan warna-warna terang dan cerah serta motif yang mencolok dihadirkan sebagai aksen. Tidak jarang juga warna gelap dengan motif besar dijadikan aksen pada ruangan yang terang atau berwarna netral. Syaratnya hanya satu. Motif dan warna yang ingin ditampilkan sebagai aksen haruslah motif dan warna yang kontras dengan wallpaper dinding yang mendominasi ruang.

Jika ruangan bernuansa putih gading, krem, hingga coklat; cobalah warna biru laut atau hijau alpukat sebagai warna aksen. Hindari warna kuning ke jingga, karena warna tersebut masih berdekatan dengan warna tema ruangan tersebut. Cobalah gunakan lingkaran warna untuk menemukan komposisi warna yang tepat- baik kontras ataupun split komplementer.

Sebagai Batas Ruang Imajiner

Tidak selamanya rumah mungil membutuhkan partisi sebagai batas antarruang. Beragam cara dapat digali untuk membuat dua ruangan yang berbeda. Di antaranya membuat ketinggian lantai yang berbeda, membedakan material antar kedua ruang, menurunkan plafond pada salah satu ruang, serta memberi nuansa motif dan warna yang berbeda pada bidang dinding kedua ruang.

Rasanya hal yang paling mudah dan praktis diaplikasikan pada rumah mungil yang sehat adalah dengan memanfaatkan perbedaan motif dan warna wallpaper dinding pada dua ruang  berbeda yang ingin “dipisahkan”. Pilih dua warna yang sedikit kontras untuk menciptakan batas imajiner antar kedua ruang yang berdekatan. Hindari memakai warna senada yang berdekatan.

   

Menciptakan Mood dalam Ruang

Ruangan dengan warna tertentu dapat membuat rileks, menenangkan, meningkatkan efektivitas kerja. Namun dapat juga sebaliknya jika penataan motif dan warna wallpaper dinding yang  kurang tepat. Nah, pintar-pintarlah menata rumah mungil dengan motif dan warna agar tercipta suasana dan aura positif dalam ruang!

Pilih warna yang sesuai dengan kepribadian, setidaknya gunakan  warna favorit.  Jangan gunakan warna yang kurang disukai pada ruangan pribadi Anda. Hal ini membuat tidak nyaman di dalamnya. Gunakan warna yang dapat dijadikan terapi untuk tujuan tertentu, misalnya hijau untuk penyembuhan, jingga untuk menambah nafsu makan, dan coklat untuk mehangatkan suasana.

  

 

Ditulis ulang melalui pengeditan dari http://d354iner.blogspot.co.id/2010/12/warna-untuk-rumah-mungil-yang-sehat.html

Referensi: Swasty, W. (2010). A-Z Warna Interior Rumah Tinggal. Jakarta: Griya Kreasi. 

 
Wirania Swasty, S.Ds., MBA

Author

Wirania Swasty, S.Ds., MBA
Staff Pengajar Jurusan Desain - Telkom University